Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BANDAR LAMPUNGNEWSPEMKOT

Pastikan Hewan Qurban Bebas Penyakit PMK, Dinas Peternakan Lakukan Pengecekan Kesehatan Hewan

42
×

Pastikan Hewan Qurban Bebas Penyakit PMK, Dinas Peternakan Lakukan Pengecekan Kesehatan Hewan

Sebarkan artikel ini

BANDARLAMPUNG – Guna memastikan hewan ternak yang dijual untuk qurban di Kota Bandar Lampung aman dan terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kota Bandar Lampung melakukan pengecekan terhadap hewan qurban yang dijual.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kota Bandar Lampung, Agustini mengatakan, pihaknya secara rutin telah melakukan pengecekan kesehatan, dan belum menemukan kasus PMK hingga saat ini.
“Alhamdulillah sehat semua karena memang binaan kita. Peternakan di Kota Bandar Lampung itukan tidak terlalu banyak, jadi gampang binaannya,” kata Agustini usai pengecekan kesehatan Sapi di Tanjung Seneng, pada Kamis (16/6).
Menurutnya, untuk mencegah PMK masuk di Kota Bandar Lampung, ia telah menyiapkan Standart Operasional dan Prosedural (SOP) sesuai ketentuan pusat. Hewan ternak yang masuk harus dikarantina terlebih dahulu dan dinyatakan sehat.
“Jika peternak ada permintaan hewan ternak harus melaporkan ke dinas, nanti akan diberikan rekomendasi daerahnya. Sebelum hewan ternak dikirim harus dikarantina 14 hari, dan dinyatakan sehat, lalu saat sampai di peternakan akan kami periksa kembali,” ujarnya.
Agustini menjelaskan, H-10 Idul Adha ia mengaku akan memasifkan pengecekan kesehatan hewan kurban di lapak yang telah banyak bermunculan. “Saat ini belum ada kasus PMK. Sehingga diharapkan kedepannya PMK tidak masuk ke Bandar Lampung,” ucapnya.
Sementara itu, pemilik Peternakan di Tanjung Senang, Sujio mengatakan, untuk mengantisipasi PMK, ia memberikan pakan berkualitas untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh sapi.
“Kita berikan vitamin. Pakan berkualitas juga diberikan yakni campuran abu jagung, bungkil sawit, onggok dan tetes tebu,” ujarnya.
Menurutnya, walaupun PMK sudah masuk di Lampung, namun harga masih stabil yakni Rp55 ribu per kilogram dengan ditimbang hidup.”Belum ada penurunan omzet dan stok untuk Idul Adha aman, ada 80 ekor sapi disini,” Tutur dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *