Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
NEWSPEMKOTPEMKOT BANDAR LAMPUNG

Waspada DBD, Sejak Januari Hingga Juni 868 Kasus Terjadi di Bandar Lampung

69
×

Waspada DBD, Sejak Januari Hingga Juni 868 Kasus Terjadi di Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini

BANDARLAMPUNG – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai melanda di beberapa daerah di Bandarlampung, hal ini terungkap berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Bandarlampung. Dari data yang ada, terdapat 868 kasus DBD di Bandarlampung, sejak Januari hingga Juni 2022.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri, jumlah itu melebihi kasus DBD tahun lalu. Karena selama 2021 tercatat ada 571 kasus di ibukota Lampung itu.
“868 kasus DBD ini hampir di 20 kecamatan di Bandar Lampung ada, dari Januari hingga hari ini. Tapi yang terbanyak sementara ini Rajabasa dan Kemiling,” kata Desti, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/6).
Di beberkan dia, Januari ada 217 kasus, Februari 177, lalu Maret 158 kasus, April 126 kemudian Mei juga sama sebanyak 126 dan Juni perhari ini ada 64 kasus.
“Ya artinya DBD dari Februari hingga Mei kasusnya terus menurun. Kita harapkan di bulan ini menurun juga, dan kalau dibandingkan Januari dan dibulan Juni penurunannya hampir 50 persen,” ungkapnya.
Dengan adanya kasus DBD tersebut , pihaknya sejak awal tahun lalu terus melakukan fogging secara masal untuk di daerah-daerah yang endemi. Hal itu juga sesuai arahan Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
“Pas di puncak kasus Januari kemarin sampai dua kali fogging dalam satu bulan,” ucap dia.
Selain itu, pihaknya juga tidak berhenti mengajak masyarakat untuk melakukan 3M+, karena gerakan ini merupakan cara ampuh untuk menekan angka penyebaran penyakit DBD.
“3M+ ini pertama Menutup kalau ada tempat tampungan air yang terbuka kalau ada air, lalu kita juga Menguras bersih secara berkala dan Menguburnya. Jangan sampai di area terbuka itu ada jentik-jentik nyamuk berkembang biak,” ungkapnya.
Selanjutnya, Menabur bubuk abate pada penyimpanan air tadi. Karena abate ini dapat bekerja dengan membunuh larva nyamuk.
“Bubuk abate ini masyarakat bisa minta ke kita, atau ke puskesmas, karena abate ini diberikan sedikit saja itu sudah bisa membunuh jentik nyamuknya. Ya artinya terus lah hidup sehat dan bersih agar kita semua terhindar dari penyakit DBD,” Tutur dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *