BERITANASIONAL

Makin Canggih! BPJS Kesehatan Luncurkan Teknologi Baru Bagi Masyarakat Indonesia, Ini Kelebihannya

blank
×

Makin Canggih! BPJS Kesehatan Luncurkan Teknologi Baru Bagi Masyarakat Indonesia, Ini Kelebihannya

Sebarkan artikel ini
Makin Canggih! BPJS Kesehatan Luncurkan Teknologi Baru Bagi Masyarakat Indonesia, Ini Kelebihannya

Wartasaburai.com – BPJS Kesehatan meluncurkan inovasi layanan BPJS SATU! (SiapMembantu) untuk meningkatkan kenyamanan peserta JKN di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan.

Sabila Putri Ayu Kusuma, petugas dari RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya, menyatakan bahwa program ini menunjukkan pelayanan masyarakat yang responsif dan humanis.

ADS
IKLAN

“Kami ingin memastikan bahwa peserta tidak merasa kebingungan atau ditinggalkan, khususnya dalam situasi mendesak seperti rawat inap. Petugas BPJS SATU! siap memberikan pendampingan menyeluruh agar peserta memahami hak dan kewajibannya serta dapat menyelesaikan prosedur administratif dengan mudah,” katanya, seperti dilansir dari laman resmi BPJS Kesehatan, sabtu (5/7/2025).

Sabila menjelaskan BPJS SATU! juga bertugas dalam penyelesaian keluhan peserta, termasuk penanganan denda layanan.

Adapun denda layanan dikenakan kepada peserta JKN yang mengalami keterlambatan pembayaran iuran sebelum rawat inap.

Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Ia menjelaskan peserta JKN yang pernah menunggak kemudian kepesertaannya aktif kembali, maka dalam waktu forty five hari sejak put of residing kepesertaannya aktif, akan dikenakan denda layanan untuk satu kali rawat inap di FKRTL.

Besaran denda layanan yakni sebesar 5% dari perkiraan biaya paket Indonesian Case Basically based Groups, kemudian dikalikan jumlah bulan tunggakan dengan batas maksimal 12 bulan dan besar denda paling tinggi adalah Rp20 juta.

Sabila juga menjelaskan informasi terkait prosedur pelayanan terhadap peserta yang terkena denda layanan di FKRTL.

Setibanya di rumah sakit, peserta akan menjalani proses verifikasi di loket administrasi yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.

Jika ditemukan data yang menyatakan peserta baru saja mengaktifkan kembali kepesertaannya dan memiliki riwayat tunggakan, maka sistem akan secara otomatis mendeteksi potensi terkena denda layanan.

Selain pemberian informasi terkait keluhan peserta, BPJS SATU! juga hadir untuk memberikan dukungan moril kepada peserta dan keluarga dengan harapan dapat membuat peserta merasa lebih tenang.

“Terkadang ada peserta yang panik ketika mendapatkan notifikasi terkait denda layanan, lalu kami para petugas BPJS SATU! langsung berusaha menjelaskan pelan-pelan agar mudah dipahami. Kami menyadari bahwa situasi di rumah sakit, apalagi dalam kondisi sakit adalah situasi yang dapat membuat ketegangan,” jelasnya.

Di sisi lain, Sabila memastikan bahwa BPJS Kesehatan akan terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam membayar iuran secara tepat waktu setiap bulannya.

Menurutnya, hal tersebut bertujuan untuk menghindari denda layanan dan tetap mendapatkan manfaat Program JKN secara maksimal.

Ia mengimbau agar masyarakat aktif memeriksa put of residing kepesertaan serta tidak menunda pembayaran iuran.

Adapun peserta JKN kini dapat membayar iuran melalui berbagai kanal layanan seperti Aplikasi Cell JKN, ATM, dompet digital, dan autodebit.

Dengan kemudahan tersebut, kata dia, peserta tidak lagi memiliki alasan untuk lalai dalam memenuhi kewajibannya.

Sementara itu, peserta juga dapat mengakses layanan informasi dan pengaduan melalui Aplikasi Cell JKN dan BPJS Kesehatan Care Center 165.

Atau bisa juga dengan bertanya secara langsung kepada petugas BPJS SATU! yang ada di rumah sakit mitra terdekat.

Dengan semangat melayani, BPJS Kesehatan terus berkomitmen memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta JKN.