DPRD Kota Bandar Lampung
Bandar LampungBERITALampung

Bocah Korban Banjir di Rajabasa Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

×

Bocah Korban Banjir di Rajabasa Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini

Wartasaburai, Bandarlampung – Setelah dilakukan pencarian sejak Jumat malam, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Satria (10), bocah yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat banjir di kawasan Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Korban ditemukan pada Sabtu pagi dalam kondisi meninggal dunia.

ADS
IKLAN

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (6/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah Rajabasa hingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

Kondisi tersebut memicu banjir di sejumlah titik dan diduga menjadi penyebab korban terseret arus.Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerima laporan kejadian dari pihak Kecamatan Rajabasa sekitar pukul 18.30 WIB.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim rescue Basarnas segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang lebih dulu berada di lapangan.

Pencarian kemudian dilakukan dengan menyisir aliran sungai serta area di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik awal korban hanyut.

Dantim Rescuer Basarnas Lampung, Ridho Afriza, menjelaskan bahwa pencarian pada malam hari dilakukan secara visual di sepanjang aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.“Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di aliran sungai serta area sekitar lokasi yang diduga menjadi titik korban hanyut,” ujarnya.

Baca juga:  Pemerintah Kota Sampaikan Pesan Khusus bagi Pemilik Kartu Keluarga, Simak Imbauannya!

Selama proses pencarian, petugas juga mengevakuasi seorang warga bernama Aripin Rahman yang berada di sekitar lokasi pencarian dalam kondisi selamat.

Memasuki hari kedua operasi SAR pada Sabtu pagi, tim kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran hingga sekitar empat kilometer ke arah hilir.

Selain penyisiran darat, pencarian juga dibantu menggunakan drone thermal untuk memantau kondisi dari udara.Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Sekitar pukul 08.15 WIB, korban ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi awal dilaporkan hanyut. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke rumah duka.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan di lokasi kejadian resmi dihentikan. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *