DPRD Kota Bandar Lampung
Bandar LampungBERITALampung

Anak 12 Tahun Tewas Tenggelam Saat Berenang di Kali Balok Garuntang

×

Anak 12 Tahun Tewas Tenggelam Saat Berenang di Kali Balok Garuntang

Sebarkan artikel ini

Wartasaburai, Bandarlampung – Peristiwa tragis terjadi di aliran Sungai Kali Balok, kawasan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, pada Selasa siang. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dilaporkan tenggelam saat bermain dan berenang bersama teman-temannya di sungai tersebut.

ADS
IKLAN

Korban diketahui bernama Davi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya berenang seperti biasa bersama sejumlah rekannya.

Namun di tengah aktivitas tersebut, korban diduga mengalami kelelahan saat berada di dalam air sehingga tidak mampu kembali ke permukaan.Teman-teman korban yang panik kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar.

Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada tim penyelamat.Tim dari Basarnas Lampung yang menerima informasi langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Proses pencarian melibatkan tim SAR gabungan dengan metode penyelaman di sekitar titik korban terakhir terlihat.

Komandan Tim Rescuer Basarnas, Purnomo, menjelaskan bahwa penyisiran difokuskan di sekitar area kejadian dengan radius kurang lebih 250 meter dari titik awal korban tenggelam.“Tim melakukan penyelaman dan penyisiran di sekitar lokasi dengan radius sekitar 250 meter dari titik korban dilaporkan tenggelam,” jelasnya.

Setelah melakukan pencarian selama lebih dari tiga jam, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga:  Kades dan Camat Wajib Tahu! Syarat dan Proses Pengangkatan Perangkat Desa 2025

Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dari sungai dan membawanya ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, korban diduga tenggelam akibat kelelahan saat berenang sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar aliran sungai guna menghindari kejadian serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *