Wartasaburai.com – Lima gubernur Indonesia menjadi sorotan karena kekayaan besar mereka, termasuk Andi Sumangerukka dari Makassar dengan Rp623 miliar, dan Sherly Tjoanda dari Maluku Utara sebagai yang terkaya dengan Rp709 miliar.
Tiga lainnya berasal dari Kalimantan.
Berikut 5 gubernur terkaya:
Sherly Tjoanda merupakan Gubernur Maluku Utara.
Sherly Tjoanda menjadi gubernur terkaya di Indonesia pada periode 2025-2030 dengan total kekayaan Rp 709.760.235.594 berdasarkan laporan ke LHKPN pada 15 Oktober 2024.
Kekayaan istri mendiang calon gubernur Maluku Utara Benny Laos itu mayoritas dari surat berharga sebesar Rp 245 miliar, tanah dan bangunan Rp 201 miliar, serta kas dan setara kas Rp 146 miliar.
Namun, dia tercatat memiliki utang Rp 24,47 miliar.
Posisi gubernur terkaya kedua jatuh ke Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka.
Andi Sumangerukka menjadi gubernur terkaya kedua periode 2025-2030 dengan total kekayaan Rp 623.452.380.000 berdasarkan laporan pada 26 Agustus 2024.
Harta Andi Sumangerukka kebanyakan berasal dari kas dan setara kas sebesar Rp 351,6 miliar surat berharga senilai Rp 138,36 miliar, serta tanah dan bangunan Rp 95,44 miliar.
Andi Sumangerukka merupakan putra Sulawesi Selatan.
Pensiunan Pati TNI AD ini lahir di Makassar, 11 Maret 1963.
Muhidin merupakan Gubernur Kalimantan Selatan.
Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan periode 2021-2024, Muhidin, memiliki kekayaan sebesar Rp 414.808.683.068 berdasarkan laporan pada 31 Desember 2023.
Rudy Mas’ud merupakan Gubernur Kalimantan Timur.
Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur periode 2020-2025, Rudy Mas’ud memiliki harta mencapai Rp 183.304.283.772 berdasarkan laporan pada 29 Maret 2023.
Kekayaannya bersumber dari harta lainnya senilai Rp 265 miliar, kas dan setara kas Rp 18,7 miliar, serta tanah dan bangunan Rp 26,5 miliar.
Namun, Rudy punya utang Rp 137,69 miliar.
Agustiar Sabran merupakan Gubernur Kalimantan Tengah.
Mantan anggota DPR RI yang menjabat sejak 2019, Agustiar Sabran tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp 178.936.530.000 berdasarkan laporan 6 September 2024.
Sumber harta terbesarnya berasal dari kas dan setara kas senilai Rp 120,88 miliar, harta lainnya Rp 39 miliar, serta tanah dan bangunan Rp 11,5 miliar.