BERITA

Jet Tempur TNI AU Uji Coba Mendarat di Tol Trans Sumatera, Jadi yang Pertama di Indonesia

blank
×

Jet Tempur TNI AU Uji Coba Mendarat di Tol Trans Sumatera, Jadi yang Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
blank

Wartasaburai, Mesuji — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mencatat sejarah baru dengan menggelar uji coba pendaratan pesawat tempur di ruas Tol Trans Sumatera, Lampung, Rabu (11/2).

ADS
IKLAN

Dalam uji coba tersebut, dua jenis pesawat tempur, yakni Super Tucano dan F-16, berhasil mendarat serta lepas landas dengan aman.

Kegiatan ini menjadi yang pertama kali dilakukan di jalan tol di Indonesia dan dipantau langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Marskal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto bersama jajaran Kementerian Pertahanan, TNI AU, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Donny mengatakan, uji coba ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan pertahanan nasional, khususnya dalam menyiapkan infrastruktur sipil yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan militer dalam kondisi darurat.“Ini merupakan uji coba pertama pendaratan pesawat tempur di jalan tol di Indonesia, dan hari ini berjalan aman serta sesuai skenario,” ujar Donny.

Ia menjelaskan, Super Tucano adalah pesawat turboprop yang digunakan untuk patroli, pengintaian, dan dukungan udara jarak dekat, sementara F-16 berperan sebagai pesawat tempur supersonik andalan pertahanan udara nasional.Menurut Donny, keberhasilan uji coba ini menunjukkan bahwa konsep pemanfaatan jalan tol sebagai landasan pacu darurat dapat diterapkan di Indonesia.

Baca juga:  Resmi Ditetapkan! Harga LPG 5,5 Kg – 12 Kg dan Tarif Listrik di Indonesia Mei 2025, Berlaku di Seluruh Wilayah

Konsep tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan semesta yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari kementerian teknis, operator infrastruktur, hingga masyarakat.“Pertahanan negara tidak hanya menjadi tugas TNI. Infrastruktur sipil dan masyarakat juga menjadi bagian dari sistem pertahanan nasional,” katanya.

Ke depan, Kementerian Pertahanan telah menyiapkan peta jalan untuk merancang sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional agar memenuhi standar teknis sebagai landasan darurat pesawat.

Konsep ini dinilai penting untuk menjaga kontinuitas operasi udara, terutama di wilayah kepulauan.“Kita ingin setiap pulau besar memiliki banyak opsi pendaratan.

Jika satu pangkalan terganggu, masih ada alternatif lain,” tambah Donny.Ia juga mengapresiasi kemampuan penerbang TNI AU yang berhasil mendarat di jalur tol yang lebarnya relatif sempit.

Lebar jalan tol sekitar 24 meter, jauh lebih kecil dibandingkan runway bandara yang umumnya mencapai 45 hingga 60 meter.“Risikonya tentu lebih tinggi, tapi para penerbang kita sudah terlatih menghadapi kondisi terbatas, dan hasilnya aman,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *