Wartasaburai, Bandar Lampung — Polemik operasional SMA Siger yang digagas Pemerintah Kota Bandar Lampung terus menuai sorotan publik.
Di tengah perdebatan soal legalitas dan tata kelola sekolah, perhatian kini mengarah pada nasib ratusan siswa yang tengah menjalani proses belajar.Ketua Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, menegaskan bahwa langkah paling mendesak saat ini adalah memastikan hak pendidikan para siswa tidak terganggu oleh persoalan administratif dan politik.“Yang paling penting adalah menyelamatkan anak-anak.
Jangan sampai mereka menjadi korban dari kisruh kebijakan,” ujar Ichwan kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).Ia mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung segera menyiapkan skema kerja sama dengan sekolah swasta melalui mekanisme hibah.
Dengan pola tersebut, siswa SMA Siger dapat dipindahkan ke sekolah lain tanpa harus dibebani biaya pendidikan, sementara pemerintah menyelesaikan urusan administrasi di belakang layar.“Pemkot bisa menanggung biaya melalui hibah ke sekolah swasta sebagai pengganti biaya pendidikan siswa SMA Siger. Ini solusi cepat dan realistis,” katanya.
Menurut Ichwan, kolaborasi dengan sekolah swasta juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran lembaga pendidikan non-negeri di Bandar Lampung.
Berdasarkan temuan survei JPSI, faktor biaya masih menjadi penyebab utama anak-anak dari keluarga tidak mampu memilih putus sekolah ketika gagal masuk sekolah negeri.“Banyak orang tua memilih anaknya berhenti sekolah daripada masuk sekolah swasta karena biayanya mahal. Skema ini bisa menekan angka putus sekolah,” jelasnya.
Selain opsi sekolah swasta, Ichwan juga menyebut program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat sebagai alternatif.
Program tersebut menawarkan pendidikan gratis dengan dukungan fasilitas penuh bagi siswa dari keluarga kurang mampu.“Sekolah Rakyat bisa menjadi pilihan jika diperlukan.
Konsepnya gratis dan fasilitasnya lengkap, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.Ichwan berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil keputusan strategis yang berpihak pada kepentingan siswa, agar polemik SMA Siger tidak berkepanjangan dan proses belajar anak-anak tetap terjamin.
