Wartasaburai, Bandarlampung – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung mulai meningkat. Salah satu komoditas yang banyak diburu masyarakat adalah buah nanas yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan selai untuk kue kering Lebaran.
Pantauan di Pasar Tugu Bandar Lampung menunjukkan lapak pedagang nanas dipadati pembeli, terutama ibu rumah tangga yang tengah mempersiapkan bahan untuk membuat kue nastar dan berbagai kue kering lainnya.
Nanas memang menjadi bahan utama dalam pembuatan selai nastar, salah satu hidangan khas yang hampir selalu hadir di meja tamu saat perayaan Idul Fitri.
Salah satu pedagang nanas di Pasar Tugu, Ahmad Adhari, mengatakan permintaan nanas mulai meningkat sejak awal bulan Ramadan.
Namun lonjakan pembeli paling terasa ketika mendekati hari raya.“Sejak awal Ramadan sudah mulai ramai, tapi biasanya paling banyak pembeli beberapa hari sebelum Lebaran karena banyak yang membuat selai nastar,” ujarnya.Ahmad menjelaskan, nanas yang ia jual berasal dari beberapa daerah, seperti Palembang, Jambi, serta sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.
Buah tersebut dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp7.500 hingga Rp15.000 per buah, tergantung ukuran dan kualitasnya.
Meski permintaan sedang tinggi, ia mengaku tidak menaikkan harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang ingin membuat kue Lebaran di rumah.
Untuk menarik pembeli, pedagang juga memberikan layanan tambahan berupa pengupasan kulit dan penggilingan nanas secara gratis. Dengan layanan tersebut, pembeli bisa langsung membawa pulang nanas yang sudah siap diolah menjadi selai.
Para pedagang berharap tingginya permintaan nanas ini dapat terus bertahan hingga mendekati hari raya, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan mereka selama momen Ramadan.
