Wartasaburai, TULANG BAWANG – Warga Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, menyambut penuh antusias kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan ruas Jalan Gedung Aji–Umbul Mesir sepanjang 13 kilometer.
Sejak siang hari, masyarakat yang didominasi ibu-ibu telah berkumpul untuk menyambut kedatangan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang meninjau langsung rencana perbaikan jalan tersebut.
Kehadiran pemerintah provinsi disambut dengan harapan besar oleh warga. Pasalnya, akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat itu telah puluhan tahun dalam kondisi rusak dan belum pernah diperbaiki secara menyeluruh.
Salah satu warga Kampung Sumber Agung, Suratih, mengaku bersyukur karena impian masyarakat akhirnya mulai terwujud.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Wakil Gubernur yang dinilai telah mendengar aspirasi masyarakat.
“Saya bersyukur sekali akhirnya jalan ini diperbaiki. Sudah lama kami menunggu. Terima kasih kepada pemerintah provinsi yang sudah peduli dengan kondisi kami,” ujar Suratih.
Menurutnya, sejak awal masa transmigrasi sekitar 30 tahun lalu, akses jalan di wilayah tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan signifikan. Kondisi ini menjadi kendala utama bagi warga, khususnya dalam mendistribusikan hasil pertanian.
Dengan adanya pembangunan jalan ini, masyarakat berharap aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar, terutama untuk pengangkutan komoditas seperti sawit, gabah, dan singkong.
Selain itu, warga juga berharap pembangunan tidak berhenti di wilayah Sumber Agung saja, melainkan dilanjutkan hingga ke daerah yang lebih dalam dengan kondisi jalan yang masih memprihatinkan.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Yanto (45), seorang sopir angkutan hasil bumi yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Ia menggambarkan beratnya medan yang harus dilalui, terutama saat musim hujan. Jalan yang berlumpur kerap membuat kendaraan terjebak hingga berhari-hari.
“Kalau hujan, kami hanya bisa pasrah. Jalan jadi lumpur, kendaraan sering terjebak,” kata Yanto.
Bahkan, ia mengaku pernah terjebak selama tiga hari tiga malam akibat kendaraan yang ambles di tengah jalan dan sulit dievakuasi.
Selama lima tahun menjadi sopir, kondisi tersebut sudah menjadi risiko yang harus dihadapi. Meski demikian, ia tetap bertahan karena jalur tersebut merupakan akses utama distribusi hasil pertanian masyarakat.
Kini, Yanto mengaku lega dengan dimulainya pembangunan jalan tersebut. Ia berharap proses pengerjaan berjalan lancar dan segera selesai agar aktivitas ekonomi warga tidak lagi terhambat.
“Semoga jalan ini benar-benar selesai dan bagus, jadi kami bisa kerja dengan lancar,” harapnya.
Pembangunan Jalan Gedung Aji–Umbul Mesir ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan infrastruktur yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah Rawapitu dan sekitarnya.

