Bandar Lampung, Warta Saburai – Langit sore ini terasa berbeda bagi Irawan Hadi Wijaya. Di balik seragam yang selama ini melekat sebagai anggota Bhabinkamtibmas, tersimpan kisah panjang penuh kesabaran, doa, dan pengorbanan yang akhirnya berujung pada satu panggilan suci, yakni menunaikan ibadah haji.
Senyum tak lepas dari wajahnya, namun mata itu tak mampu menyembunyikan getaran haru. Setelah 13 tahun menanti, impian yang selama ini hanya dipeluk dalam doa akhirnya menjadi nyata.
“Saya tidak menyangka, ini benar-benar nikmat terbesar dalam hidup saya,” ucapnya haru.
Sebagai anggota kepolisian yang bertugas di Kelurahan Sukamenanti Baru, Irawan bukanlah sosok yang asing dengan kesibukan dan tanggung jawab. Namun di balik rutinitas menjaga keamanan masyarakat, ia diam-diam menabung harapan. Sedikit demi sedikit, ia menyisihkan gaji, bukan untuk kemewahan, melainkan untuk satu tujuan yang ia yakini sebagai panggilan hati.
Tiga belas tahun bukan waktu yang singkat. Ada masa ketika harapan terasa jauh, ketika kebutuhan hidup datang silih berganti, menguji keteguhan niatnya. Namun Irawan memilih bertahan. Baginya, setiap rupiah yang disisihkan adalah langkah kecil menuju Baitullah.
Tahun 2026 menjadi jawaban atas penantian panjang itu. Namanya tercantum dalam daftar calon jemaah haji asal Bandar Lampung. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 gelombang pertama.
Lebih dari sekadar keberangkatan, perjalanan ini menjadi semakin bermakna karena ia tidak sendiri. Ia akan berangkat bersama istri dan ibu mertuanya, orang-orang terdekat yang selama ini turut menjadi bagian dari perjuangannya.
“Yang membuat saya semakin bersyukur, saya bisa berangkat bersama keluarga,” ujarnya, kali ini dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Keberangkatannya dijadwalkan pada Sabtu, 25 April 2026. Sehari sebelum benar-benar menginjakkan kaki menuju tanah suci, ia akan terlebih dahulu memasuki Asrama Haji Bandar Lampung bersama ratusan calon jemaah lainnya.
Sebanyak 442 jemaah asal Lampung akan berangkat pada gelombang pertama. Mereka akan diterbangkan menuju Mekkah pada Minggu, 26 April 2026 membawa harapan, doa, dan kisah masing-masing.
Bagi Irawan, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik lintas negara. Ini adalah perjalanan batin yang telah ia tempuh selama lebih dari satu dekade perjalanan sunyi yang dipenuhi kesabaran, keyakinan, dan cinta kepada Sang Pencipta.
“Saya dapat menjalankan rukun islam kelima bersama orang-orang tercinta,” pungkasnya.***
