Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BANDAR LAMPUNGKesehatanNEWSTRENDING

RS Hermina Kembali Dikeluhkan Pasiennya, Sempat Alami Pendarahan Hebat

54
×

RS Hermina Kembali Dikeluhkan Pasiennya, Sempat Alami Pendarahan Hebat

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG – Masnona mengalami pendarahan hebat usai kontrol dan dicabut jahitannya diperut pasca melahirkan caesar di Rumah Sakit (RS) Hermina Jl. Tulangbawang Nomor 21-23 Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kota Bandarlampung.
Fauzi suami korban menceritakan pada awak media berselang 3 hari setelah dicabut jahitan diperut, istrinya mengalami pendarahan lalu dibawa ke bidan untuk pertolongan pertama di Jabung Kabupaten Lampung Timur.
“Itu 3 hari setelah dicabut itu, kaya bolong gitu dicek sama bidannya kaya kebuka gitu jadi keluar darah terus pokoknya itu,” ucapnya dengan sedih, Senin (4/7/22).
Fauzi warga Jabung Kabupaten Lampung Timur merasa keberatan dengan kebijakan Rumah Sakit Hermina yang menyampaikan pihaknya akan mengoperasi ulang istrinya dengan biayanya kurang lebih 30 Juta dan dibebankan pada pasien.

“Kita kan orang enggak punya, sekitar 20 jutaan pak belum penginapan kamar belum pengobatannya itu sekitar 30 lebihan pak,” terangnya.
Fauzi mengaku diberikan kesempatan selama 3 hari untuk mengurus surat tidak mampu sejak istrinya kembali dirujuk untuk dapat ditangani pihak Rumah Sakit Hermina.
“Kemarin kan kita pake Jamkeskot, operasi kedua ini harus ngurus lagi, kita dikasih waktu sama pihak rumah sakit itu 3 hari, mulai masuk itu kan tanggal 30, senin itu harus sudah selesai ngurus surat-surat itu” jelasnya.
Suami Masnona tersebut mengaku tidak dapat mengurus surat ketidakmampuannya karena waktu yang diberikan pihak RS Hermina sangat sedikit.
“Sedangkan Sabtu-Minggu kantor kelurahan, dukcapil, kesehatan kan tutup, enggak sampai sore jadi enggak keburu waktunya,” keluhnya.
Fauzi menjelaskan pihak administrasi RS Hermina menyampaikan istrinya yang akan dilakukan operasi sesar ulang untuk menangani pendarahannya akan dikenakan biaya. “Kalo sampai surat ini belum kelar pak, mungkin nanti kita jatuhnya umum, bapak sudah tau kan harga umum itu seperti apa,” tirunya.
Fauzi yang bekerja sebagai pedagang boneka itu mengatakan istrinya melahirkan caesar di RS Hermina Bandar Lampung pada 12 Juni 2022.

“Masuk rumah sakit pada tanggal 12 juni, dirawat di rumah sakit selama 3 hari terus pulang,” ujarnya.
Pasca operasi caesar kelahiran anak keduanya di RS Hermina hampir kehilangan nyawa dan sempat membuat panik karena luka bekas operasi mengeluarkan darah setelah benang jahitannya dicabut oknum dokter pengganti di RS Hermina.
“Tanggal 16 juni kita kontrol ke rumah sakit, tadinya kan istri minta ketemu sama dokter Zulkarnain yang kemarin nge-bedahnya itu, berhubung dokternya ada jam di rumah sakit lain, jadi diwakilin sama dokter ini dokter Bima,” ungkapnya.
Fauzi mengungkapkan istrinya sempat diberikan 2 kantong darah untuk penanganannya dan diberikan obat sebagai perawatan sebelum dilakukan caesar ulang. “diperban, dikasih obat aja, lalu donor darahnya sudah dua kantong ngambilnya sendiri di PMI pakai keterangan dari RS,” imbuhnya.
Fauzi mengharapkan pertanggungjawaban Rumah Sakit terkait kejadian yang menimpa istrinya itu. Pihak RS yang diwakili dokter Zulkarnain meminta maaf atas kelalaian tersebut kepadanya, namun administrasi biaya perawatan dan pengobatan selama pasien dirawat harus tetap dilunasi untuk dirujuk ke RS lain.
“Pihak rumah sakit sempat meminta maaf, dokter Zulkarnain itu, tapi itu gak bisa ngoper (rujuk-red) dulu karena harus ngelunasi biaya penginapan selama istri disini dan pengobatannya itu sekitar 4.322.000,” demikian ungkapnya. [Tim]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *