Bandar Lampung, Warta Saburai —Pasca Banjir, Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat mengucurkan dana Rp 5 miliar dan menyalurkan kepada warga terdampak. Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak serta mendukung proses pemulihan.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada warga di 13 kecamatan terdampak. Kehadiran orang nomor satu di kota tersebut menjadi simbol kepedulian pemerintah sekaligus memberikan dorongan moral bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari dampak banjir.
Dalam penanganan bencana ini, pemerintah kota mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan paket beras serta bantuan uang tunai sebesar Rp500 ribu bagi setiap penerima. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Menurut Eva Dwiana, banjir yang terjadi kali ini tergolong cukup parah akibat tingginya debit air yang menyebabkan sejumlah wilayah terendam. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi maupun kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Banjir Berulang di Bandar Lampung, Walhi Soroti Kegagalan Tata Kelola Lingkungan
Selain menyalurkan bantuan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengambil langkah jangka panjang dengan mendorong kerja sama bersama pihak balai wilayah sungai untuk melakukan normalisasi aliran sungai. Upaya ini bertujuan mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.
Saat ini, proses pendataan korban masih terus dilakukan oleh pihak kecamatan dan kelurahan guna memastikan seluruh bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Pemerintah kota menegaskan komitmennya agar tidak ada warga terdampak yang terlewat dari bantuan, baik dalam bentuk logistik maupun uang tunai.
“Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan,” ujar Eva Dwiana.
Pemerintah berharap penyaluran bantuan ini menjadi langkah awal menuju pemulihan yang cepat dan menyeluruh, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di kemudian hari.
