BANDAR LAMPUNG, Warta Saburai — Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung sejak Selasa sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota. Intensitas hujan yang tinggi memicu peningkatan debit air secara drastis hingga meluap ke jalan protokol dan permukiman warga.
Sejumlah kecamatan terdampak cukup parah, di antaranya Kedamaian, Way Halim, dan Kedaton. Genangan air yang cukup tinggi menghambat aktivitas masyarakat serta menyebabkan kemacetan di berbagai ruas jalan utama.
Beberapa jalan protokol yang terendam banjir meliputi Jalan Sultan Agung, Teuku Umar, Yos Sudarso, dan Antasari. Kendaraan terpaksa melambat bahkan berhenti akibat air yang menutup badan jalan.
Wali Kota Eva Dwiana turun langsung meninjau lokasi terdampak. Dalam peninjauan tersebut, pemerintah kota melakukan pendataan sekaligus upaya penanganan di lapangan.
“Pemerintah langsung bergerak melakukan pendataan dan penanganan di titik-titik terdampak banjir,” ujar Eva.
Bencana banjir kali ini juga menelan korban jiwa. Seorang warga di wilayah Garuntang dilaporkan meninggal dunia setelah rumahnya diterjang arus air yang deras. Meski sempat dilakukan evakuasi, korban tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, warga setempat, Budi Ardianto, mengatakan arus air datang secara tiba-tiba sehingga warga tidak sempat menyelamatkan diri maupun barang berharga.
“Air datang sangat cepat dan langsung masuk ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara pemerintah kota, sedikitnya terdapat 20 titik banjir yang tersebar di sejumlah wilayah di Bandar Lampung akibat hujan deras sejak sore hari. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
