Bandar Lampung, Warta Saburai — Persatuan Wartawan Indonesia Lampung menggandeng Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) untuk mempersiapkan konsep pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Provinsi Lampung.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus harian PWI Lampung bersama jajaran pengurus dan Dewan Perwatin MPAL di Sekretariat MPAL, Jalan Way Mahan, Sumurbatu, Bandar Lampung, Rabu.

Ketua Harian MPAL, Ahmad Nyerupa, menegaskan persiapan dua agenda nasional itu harus dilakukan secara matang mengingat kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia beserta jajaran menteri kabinet.

Menurutnya, seluruh rangkaian acara harus tetap menampilkan identitas dan kekayaan budaya Lampung sebagai ciri utama pelaksanaan kegiatan.

“Konsep acara harus benar-benar matang. Kami meminta setiap rangkaian kegiatan tetap menonjolkan kekayaan budaya Lampung,” ujar Ahmad.

Ia menilai HPN dan Porwanas bukan hanya menjadi agenda insan pers semata, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan budaya serta potensi pariwisata Lampung di tingkat nasional.

Dalam pertemuan itu, pembahasan turut menyinggung penentuan maskot kegiatan. Ketua Dewan Perwatin MPAL, Erdiyansyah Putra, mengusulkan gajah sebagai simbol utama HPN dan Porwanas 2027.

Menurut Erdiyansyah, gajah merupakan satwa khas Lampung yang memiliki nilai simbolik kuat dan dinilai representatif untuk dijadikan ikon kegiatan nasional tersebut.

“Gajah adalah hewan khas Lampung yang aman dan ikonik untuk dijadikan maskot,” katanya.

Ia juga meminta rancangan maskot terlebih dahulu disampaikan kepada MPAL guna dilakukan kajian sebelum diputuskan secara resmi.

Sementara itu, Sekretaris Umum MPAL, Roby Aswan, mengatakan keputusan mengenai maskot, ikon kegiatan, hingga susunan acara akan dibahas lebih lanjut melalui rapat Dewan Perwatin.

“Setelah ada keputusan resmi dari Dewan Perwatin, tindak lanjutnya segera kami informasikan kepada PWI,” ujarnya.

Kepala Sekretariat MPAL Lampung, Sutan Darmawan, mengapresiasi langkah PWI Lampung yang melibatkan lembaga adat dalam persiapan kegiatan nasional tersebut.

Menurutnya, koordinasi dengan lembaga adat penting dilakukan agar penyambutan tamu maupun simbol acara tetap selaras dengan nilai dan tradisi masyarakat Lampung.

Di sisi lain, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, menyebut Porwanas tidak hanya menjadi ajang olahraga antarsesama wartawan, tetapi juga bagian dari pembinaan kualitas jurnalistik olahraga nasional.

“Porwanas menjadi ajang seleksi dan pembinaan wartawan olahraga untuk peliputan PON,” kata Wirahadikusumah.

Ia menambahkan, Lampung terakhir kali menjadi tuan rumah Porwanas pada 1993. Pada pelaksanaan tahun 2027 mendatang, Lampung diperkirakan akan menerima kedatangan sekitar 5.000 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.

PWI Lampung berharap penyelenggaraan HPN dan Porwanas 2027 dapat memberikan dampak positif bagi daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi sektor pariwisata Lampung di tingkat nasional.***