Bandar Lampung, Warta Saburai – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Tempel eks Pabrik Karet yang berada di Jalan Dr. Setia Budi, RT 02 Lingkungan III, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, pada Minggu dini hari, 25 Mei 2026.

Peristiwa tersebut pertama kali diterima petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 00.07 WIB. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.10 WIB setelah petugas berjibaku melakukan pemadaman selama lebih dari dua jam.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari kios ikan asin milik seorang pedagang bernama Mbah Tria. Saksi mata di lokasi mengaku sempat melihat percikan api dari instalasi listrik sebelum kobaran membesar dan merambat ke bangunan lain di area pasar.

Idris, salah satu petugas pasar, mengatakan api dengan cepat menyebar karena sebagian besar lapak berada berdekatan.

“Awalnya terlihat percikan api dari termis listrik di kios ikan asin milik Mbah Tria, lalu api langsung membesar dan merembet ke kios lainnya,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, sedikitnya empat kios dan sekitar 20 lapak pedagang hangus terbakar. Dari jumlah lapak yang terdampak, 15 di antaranya diketahui masih aktif digunakan pedagang, sementara lima lainnya dalam keadaan kosong.

Beberapa kios yang mengalami kerusakan diketahui milik pedagang sembako, ayam, hingga ikan asin. Selain itu, lapak-lapak yang terdampak juga menjual berbagai kebutuhan pasar seperti ikan laut, ikan basah, tempe, hingga jagung.

Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp53,7 juta. Nilai tersebut terdiri dari kerusakan kios sekitar Rp50 juta serta kerugian lapak yang diperkirakan mencapai Rp3,75 juta berdasarkan pendataan aparat setempat.

Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.

Sebanyak 27 personel Dinas Pemadam Kebakaran diterjunkan untuk menangani kobaran api dan melakukan proses pendinginan di lokasi. Sejumlah aparat pemerintah dan unsur keamanan juga turut hadir, termasuk pihak kecamatan, kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pamong setempat guna membantu proses penanganan pascakebakaran.