Bandar Lampung, Warta Saburai – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, suasana penjualan hewan kurban mulai terlihat di berbagai sudut Kota Bandar Lampung. Para pedagang musiman kembali membuka lapak di pinggir jalan utama dengan menawarkan beragam jenis kambing kurban kepada masyarakat. Namun, kondisi tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena jumlah pembeli dinilai mengalami penurunan cukup tajam.

Di sejumlah lokasi, tampak kambing jenis Jawarandu, Boer, hingga Shanen dipajang untuk dijual. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga Rp6 juta, tergantung ukuran dan berat hewan. Para pedagang memastikan seluruh kambing yang dijual berada dalam kondisi sehat dan sudah melewati pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait sehingga aman dijadikan hewan kurban.

Meskipun lapak penjualan telah mulai beroperasi sejak dua minggu terakhir, aktivitas transaksi belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Banyak pedagang mengaku penjualan tahun ini berjalan lebih lambat dibandingkan periode Idul Adha sebelumnya.

Salah satu pedagang kambing kurban, M Kamil, mengatakan bahwa jumlah penjualan mengalami penurunan cukup besar. Tahun lalu, ia mampu menjual sekitar 40 hingga 60 ekor kambing dalam dua pekan menjelang Idul Adha. Namun pada tahun ini, penjualan baru mencapai sekitar 20 ekor.

“Kalau tahun lalu bisa sampai puluhan ekor terjual, sekarang masih sepi. Pembeli belum terlalu ramai datang,” ujar M Kamil.

Menurutnya, kondisi pasar masih sepi karena masyarakat belum banyak datang untuk membeli hewan kurban. Hal serupa juga dirasakan oleh pedagang lainnya di Bandar Lampung. Mereka menilai menurunnya daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab utama lesunya penjualan tahun ini.

Pedagang lain, Cita Ramadan, menyebut kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil membuat sebagian warga memilih menunda atau bahkan tidak berkurban tahun ini. Biasanya, menjelang Idul Adha suasana penjualan sudah ramai sejak awal, namun kini jumlah pembeli masih relatif sedikit.

“Biasanya sudah mulai ramai, tapi sekarang memang terasa lebih sepi dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Walaupun menghadapi kondisi penjualan yang menurun, para pedagang tetap berharap situasi akan membaik mendekati hari pelaksanaan Idul Adha. Mereka optimistis masyarakat akan mulai membeli hewan kurban pada hari-hari terakhir menjelang perayaan sehingga penjualan dapat meningkat kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.***