Jakarta, Warta Saburai – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) menjajaki kolaborasi strategis tingkat nasional guna memperkuat pembangunan desa, transparansi pemerintahan, serta publikasi program-program yang berpihak kepada masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Pengurus Pusat SMSI dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABPEDNAS di Kantor Pusat ABPEDNAS, Jalan Gudang Peluru Raya No. 29, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2026).
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Delegasi SMSI dipimpin langsung Ketua Umum Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal Makali Kumar, Bendahara Iwan Jalaluddin, serta Wakil Ketua Dewan Penasihat Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si. Sementara dari ABPEDNAS hadir Ketua Dewan Pengawas Prof. Dr. Reda Manthovani, Ketua Umum Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, dan Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum SMSI Firdaus menjelaskan bahwa SMSI yang berdiri sejak 7 Maret 2017 kini telah menjadi salah satu konstituen Dewan Pers dengan jaringan 3.181 perusahaan media siber di 35 provinsi di Indonesia.
Menurutnya, kekuatan jaringan media yang dimiliki SMSI menjadi modal penting dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan desa dan penguatan komunikasi publik secara nasional.
“SMSI siap membangun sinergi dengan ABPEDNAS untuk mendukung program-program penguatan aspirasi masyarakat dan tata kelola pemerintahan desa yang transparan serta akuntabel,” ujar Firdaus.
Ia menambahkan, dukungan SMSI akan dijalankan sesuai fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, mulai dari penyampaian informasi yang objektif, edukasi publik, hingga fungsi kontrol sosial.
Firdaus juga menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan desa agar berjalan tepat sasaran dan dapat diketahui luas oleh masyarakat.
“Kami siap berkolaborasi dengan ABPEDNAS di seluruh wilayah Indonesia melalui media-media anggota SMSI di daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menyambut positif inisiatif kolaborasi tersebut. Menurutnya, ABPEDNAS hadir sebagai organisasi profesi nasional yang mewadahi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh Indonesia dalam memperkuat fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat desa.
“Penguatan desa adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. BPD harus menjadi garda terdepan dalam memastikan pemerintahan desa berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat,” tegas Prof. Reda.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun desa yang kuat dan berintegritas, termasuk dukungan dari media massa.
“Desa yang kuat membutuhkan kelembagaan yang kuat. Semua pihak, termasuk SMSI, dapat mendampingi ABPEDNAS agar proses pengawasan dan kemitraan berjalan profesional serta berintegritas,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana menyebut kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari implementasi hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ABPEDNAS, khususnya dalam memperkuat kelembagaan dan membangun sinergi nasional bersama organisasi pers serta lembaga pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat publikasi berbagai program desa sekaligus membangun opini publik yang positif terhadap pembangunan desa di Indonesia.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menjaga desa dan membangun Indonesia,” kata Adhitya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ABPEDNAS telah menjalankan berbagai program kreatif dalam pengawasan desa, salah satunya lomba film pendek bertema “Jaksa Garda Desa” dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen kedua organisasi untuk menindaklanjuti kerja sama secara konkret dengan melibatkan pengurus daerah masing-masing di seluruh Indonesia.***

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.