TULANG BAWANG BARAT, WARTA SABURAI – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat perbaikan ruas jalan Bandar Sakti–SP Daya Murni–Gunung Batin yang berada di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jalur ini dinilai memiliki peran strategis sebagai alternatif menuju Kotabumi dengan efisiensi waktu tempuh yang lebih singkat.

Perbaikan dilakukan menyusul kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup signifikan, seperti berlubang dan permukaan tidak rata. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pengerasan lapisan dasar (base B) dengan menggunakan alat berat sebagai bagian dari penguatan struktur jalan sebelum dilakukan pengaspalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menyampaikan bahwa ruas tersebut berpotensi menjadi jalur yang lebih efisien dibandingkan lintas tengah yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas.

“Jalan ini dapat menjadi alternatif yang mampu menghemat waktu perjalanan. Penilaian kualitas jalan tidak hanya dilihat dari kondisi fisiknya, tetapi juga dari efisiensi waktu tempuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan struktur hingga rencana pelebaran jalan. Namun demikian, tingkat kemantapan jalan provinsi di Tulang Bawang Barat saat ini masih sekitar 65 persen, lebih rendah dibandingkan wilayah Lampung Tengah yang telah mencapai hampir 89 persen.

Selain ruas tersebut, masih terdapat beberapa jalan lain yang memerlukan penanganan, di antaranya ruas Adijaya–Tulung Randu sepanjang 38 kilometer yang tingkat kemantapannya masih di bawah 50 persen. Pemerintah memprioritaskan perbaikan pada ruas dengan volume lalu lintas tinggi dan aktivitas ekonomi yang signifikan.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong partisipasi pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur jalan, mengingat sektor usaha merupakan pengguna utama jaringan transportasi.

Di sisi lain, wilayah timur Tulang Bawang Barat sebenarnya telah terhubung dengan tiga akses pintu tol, yakni Gunung Batin, Way Kenanga, dan Lambu Kibang. Namun, potensi tersebut dinilai belum optimal akibat kondisi jalan penghubung yang belum memadai.

Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk perbaikan ruas SP Daya Murni–Bandar Sakti sepanjang 840 meter. Proyek ini ditargetkan selesai lebih cepat dari durasi kontrak lima bulan dengan metode hotmix agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Meski demikian, sejumlah titik kerusakan masih memerlukan penanganan lanjutan. Salah satu faktor penyebab kerusakan adalah sistem drainase yang kurang optimal, antara lain akibat saluran air yang tertutup bangunan sehingga menimbulkan genangan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan ruas strategis.

“Pembangunan difokuskan pada jalur prioritas agar memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Pada tahun 2026, total anggaran pembangunan jalan di wilayah tersebut mencapai Rp38,5 miliar dengan target peningkatan kemantapan hingga sekitar 70 persen. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan kondisi jalan provinsi secara keseluruhan dapat mencapai di atas 90 persen pada tahun 2029 melalui kolaborasi berbagai pihak***