BANDAR LAMPUNG, WARTASABURAI – Mengantisipasi potensi banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung meningkatkan pengawasan di empat kecamatan pesisir dengan mengerahkan 20 hingga 25 personel setiap malam.

Langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan potensi kenaikan air laut dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan difokuskan pada wilayah yang dinilai berpotensi terdampak, terutama permukiman warga di kawasan pesisir.

Empat kecamatan yang menjadi sasaran patroli meliputi Panjang, Bumi Waras, Teluk Betung Timur, dan Teluk Betung Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung untuk memastikan kondisi wilayah pesisir tetap terpantau.

“Berdasarkan perkiraan dari BMKG, air laut akan naik. Oleh karena itu, Wali Kota Bandar Lampung meminta kepada BPBD untuk memantau wilayah Kota Bandar Lampung yang kemungkinan terkena rob,” ujar Idham.

Baca juga:  Kolaborasi SMSI Bandar Lampung dan All Bikers Lampung, Santuni Panti Asuhan Disabilitas

Menurutnya, kegiatan patroli telah berlangsung selama enam hari. Hingga pemantauan dilakukan, belum ditemukan kondisi yang mengkhawatirkan di wilayah sasaran.

BPBD menjadwalkan pemantauan tahap awal hingga 16 Oktober 2026. Personel dibagi ke empat kecamatan untuk mengawasi perkembangan kondisi air laut dan mengantisipasi kemungkinan dampaknya terhadap masyarakat.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain Serangsang dan kawasan DW di sekitar Puskesmas Sukaraja, Kecamatan Panjang. Di Teluk Betung Selatan, petugas memantau wilayah Pesawahan serta kawasan Kangkung atau Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI).

Sementara di Teluk Betung Timur, pengawasan dilakukan di kawasan Kota Karang dan Pulau Pasaran. Wilayah-wilayah tersebut menjadi bagian dari titik pemantauan untuk mengetahui kemungkinan kenaikan air laut yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.

Idham mengatakan, dampak pasang maksimum terhadap permukiman belum dapat dipastikan karena sangat bergantung pada kondisi alam saat kejadian.

Baca juga:  Bikin SIM Baru Kini Bisa Lewat HP, Cukup Pakai Aplikasi Ini, Praktis Tanpa Antre

“Tidak bisa juga kita memastikan bahwa pasang maksimum itu akan masuk ke rumah warga atau sampai ke rumah warga. Itu nanti kondisinya sesuai keadaan alam,” jelasnya.

Selain mengintensifkan patroli, BPBD juga menyiapkan sejumlah perlengkapan untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Peralatan yang disiagakan meliputi perahu karet dan mesin pompa air atau alkon.

“Kita siapkan peralatan yang ada di BPBD, termasuk perahu karet kita siapkan, atau sarana-sarana lain seperti alkon. Alat-alat untuk penanggulangan bencana kita siapkan,” kata Idham.

BPBD Bandar Lampung mengingatkan warga yang bermukim di kawasan pesisir agar tetap waspada selama periode potensi pasang maksimum. Masyarakat diminta memantau perkembangan kondisi lingkungan serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi kenaikan air laut.

Kesiapsiagaan masyarakat dan pemantauan berkala diharapkan dapat membantu meminimalkan risiko apabila banjir rob terjadi di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.