BANDAR LAMPUNG, WARTASABURAI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menyiagakan empat mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Permintaan bantuan pasokan air dilaporkan meningkat sejak Agustus 2026, terutama di Kecamatan Sukabumi, Panjang, dan Teluk Betung Timur.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan peningkatan permintaan tersebut tidak hanya dipicu oleh kekeringan, tetapi juga gangguan layanan air bersih dan kerusakan sarana penyediaan air milik warga.
“Ini sejak bulan Agustus yang lalu sudah terasa. Permintaan air bersih oleh warga kepada BPBD Kota Bandar Lampung sudah mulai meningkat,” kata Idham.
Ia menjelaskan, Wali Kota Bandar Lampung telah menginstruksikan BPBD agar membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih, termasuk warga yang mengalami kendala distribusi air dari perusahaan daerah maupun kerusakan pompa sumur bor.
“Ibu Wali Kota meminta kepada BPBD Kota Bandar Lampung untuk melayani semua permintaan warga terkait air bersih,” ujarnya.
Tiga Kecamatan Catat Permintaan Tinggi
Idham menyebut Kecamatan Sukabumi, Panjang, dan Teluk Betung Timur sebagai wilayah dengan permintaan bantuan air bersih yang cukup tinggi.
Di sejumlah kawasan perumahan, warga juga mengajukan permohonan suplai air ketika aliran PDAM terganggu. Kondisi serupa terjadi saat mesin pompa sumur bor mengalami kerusakan sehingga sumber air tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Permintaan warga yang sangat signifikan yaitu di Kecamatan Sukabumi, Kecamatan Panjang, dan Kecamatan Teluk Betung Timur,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat layanan distribusi air bersih BPBD dibutuhkan tidak hanya ketika terjadi kekeringan, tetapi juga untuk membantu mengatasi persoalan pasokan air di lingkungan permukiman.
Distribusi Capai 316 Kali pada September
Untuk mendukung pelayanan, BPBD Kota Bandar Lampung mengoperasikan empat mobil suplai air bersih. Setiap kendaraan memiliki kapasitas angkut 5.000 liter dan didukung tiga personel dalam pelaksanaan distribusi.
Berdasarkan data yang disampaikan Idham, sepanjang September 2026 BPBD melakukan 316 kali pengiriman air bersih. Sementara itu, hingga wawancara berlangsung pada Oktober, distribusi tercatat sebanyak 60 kali.
Jika setiap pengiriman dilakukan dengan muatan penuh, volume air yang disalurkan diperkirakan mencapai 1,58 juta liter pada September dan 300.000 liter pada Oktober.
Pasokan air untuk kegiatan tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan PDAM Kota Bandar Lampung.
“Kita memperoleh air bekerja sama dengan PDAM Kota Bandar Lampung,” pungkas Idham.
BPBD berharap layanan distribusi tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari, khususnya warga yang mengalami keterbatasan pasokan akibat kekeringan, gangguan jaringan PDAM, maupun kerusakan pompa sumur bor.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.