BANDAR LAMPUNG , Warta Saburai — Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten media sosial, Thomas Amirico mengingatkan pentingnya membangun budaya literasi di kalangan generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung itu menilai kemajuan teknologi saat ini membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi justru sering membuat banyak orang merasa sudah memahami suatu persoalan, padahal hanya mengetahui sebagian kecil dari informasi yang beredar.
Melalui pemikirannya yang bertajuk “Ilusi Memahami Dunia”, Thomas mengatakan kebiasaan menerima informasi secara instan tanpa proses memahami secara mendalam dapat memengaruhi pola pikir masyarakat.
Menurutnya, memahami sebuah persoalan tidak cukup hanya dengan melihat potongan video, membaca judul, atau mengikuti informasi viral di media sosial. Dibutuhkan budaya membaca, berdiskusi, dan kemampuan berpikir kritis agar seseorang mampu melihat persoalan secara utuh.
“Sekarang informasi sangat mudah didapat. Namun yang menjadi tantangan adalah banyak orang merasa sudah paling tahu hanya karena melihat informasi singkat di media sosial. Padahal memahami sesuatu membutuhkan proses belajar yang panjang,” ujarnya.
Thomas menegaskan bahwa rendahnya minat baca menjadi persoalan serius yang harus segera mendapat perhatian bersama. Ia menilai pendidikan sejatinya tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Ia juga menyoroti kondisi generasi muda yang setiap hari dibanjiri berbagai informasi tanpa henti. Jika tidak memiliki kemampuan menyaring informasi dengan baik, mereka akan mudah terpengaruh oleh opini maupun kabar yang belum tentu benar.
Karena itu, Thomas mengajak sekolah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aktif mendorong budaya membaca dan diskusi. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang mampu melahirkan generasi berpikiran terbuka, kreatif, dan bijak dalam menerima informasi.
“Ke depan, tantangan bukan lagi siapa yang paling cepat mendapatkan informasi, tetapi siapa yang mampu memahami dan menggunakan informasi secara bijaksana,” tegasnya.
Selain peran sekolah, Thomas juga menilai keluarga dan lingkungan masyarakat memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya literasi sejak dini. Ia berharap gerakan literasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pesan tersebut, Thomas Amirico mengajak generasi muda Lampung untuk lebih gemar membaca, memperluas wawasan, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi agar mampu menghadapi perkembangan zaman dengan pola pikir yang matang dan bertanggung jawab.***

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.