Jakarta, Warta Saburai â Pemerintah Provinsi Lampung resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis riset, teknologi, dan inovasi.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi tentang Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, Penerapan, Invensi, dan Inovasi dalam Mendukung Pembangunan Provinsi Lampung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria di Kantor BRIN, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepakatan, melainkan langkah nyata membangun Lampung melalui kebijakan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan data.
Menurut Mirza, pembangunan daerah harus bergeser menuju pendekatan evidence-based policy agar setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan manfaat yang terukur, efektif, dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti besarnya potensi Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera sekaligus salah satu lumbung pangan nasional. Potensi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, energi, hingga ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan melalui hilirisasi dan penerapan teknologi.
“Kerja sama ini menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing Lampung melalui inovasi dan pemanfaatan hasil riset dalam pembangunan daerah,” ujar Mirza.
Sementara itu, Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria mengatakan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menjelaskan, nota kesepakatan tersebut akan ditindaklanjuti melalui program kerja selama empat tahun dengan mengoptimalkan sinergi sumber daya manusia, infrastruktur riset, kompetensi, serta pendanaan dari kedua belah pihak.
Sebanyak 19 program strategis telah disusun melalui kolaborasi tiga kedeputian BRIN, lima Organisasi Riset BRIN, serta lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Lampung, yakni Balitbangda, Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Perkebunan.
Salah satu program unggulan yang akan dikembangkan adalah Pusat Riset Kolaborasi Cassava bersama Universitas Lampung. Program ini bertujuan menghasilkan varietas unggul ubi kayu berkadar pati tinggi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Lampung.
Dalam pelaksanaannya, BRIN akan menyediakan tenaga ahli, teknologi, pendampingan teknis, dan dukungan pendanaan riset. Sementara Pemerintah Provinsi Lampung akan memfasilitasi lahan uji, penyediaan data lapangan, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta dukungan pembiayaan melalui APBD.
Kerja sama yang berlaku selama empat tahun ini mencakup delapan sektor prioritas, meliputi penguatan sains dan edukasi keantariksaan, kedaulatan pangan, inovasi agrikultur, teknologi terapan bagi petani, peternakan terintegrasi, ekonomi desa dan ekonomi kreatif, kelautan dan perikanan, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung dan BRIN berharap berbagai hasil riset dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah, meningkatkan daya saing Lampung, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.***

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.