WAY KANAN, Warta Saburai – Sebuah persalinan darurat yang terjadi di dalam mobil di Kabupaten Way Kanan, Lampung, menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya infrastruktur jalan sebagai penunjang akses layanan kesehatan, terutama bagi warga di wilayah pedesaan.

Insiden itu terjadi di Kampung Tiuh Balak II, Kecamatan Gunung Labuhan, Minggu (26/7/2026), saat seorang ibu hamil hendak dibawa menuju puskesmas. Namun, di tengah perjalanan yang melintasi jalan tanah berbatu dengan kondisi rusak, ibu tersebut melahirkan sebelum sempat tiba di fasilitas kesehatan.

Video yang beredar memperlihatkan sebuah minibus berhenti di tengah ruas jalan, sementara sejumlah warga, didominasi ibu-ibu, bahu-membahu membantu proses persalinan hingga bayi berhasil lahir dengan selamat.

Dalam rekaman itu, terdengar keterangan bahwa ibu tersebut semula akan dirujuk ke puskesmas, tetapi proses persalinan berlangsung lebih cepat sehingga harus dilakukan di dalam kendaraan.

Baca juga:  Tragedi di Curug Sri Rahayu Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Saat Berwisata di Alam

Camat Gunung Labuhan, Sayidan, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan ibu dan bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat setelah memperoleh penanganan.

“Benar, peristiwa itu terjadi di Kampung Tiuh Balak II. Alhamdulillah kondisi ibu dan bayinya sehat,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Menurut Sayidan, warga di kampung tersebut harus menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer menuju puskesmas. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai menjadi tantangan, terutama ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan dalam keadaan darurat.

Peristiwa ini memicu kembali perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Lampung yang dinilai masih memerlukan perbaikan agar mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas kesehatan, dapat berjalan lebih lancar.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas masih adanya ruas jalan yang mengalami kerusakan. Ia menegaskan pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Baca juga:  Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Way Kanan Patungan Bangun Jalan Rusak, Donasi Mulai Rp1.000

“Saya mewakili pemerintah memohon maaf kepada masyarakat,” kata Mirzani, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, penanganan jalan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota berdasarkan status ruas jalan yang dikelola. Pemerintah, lanjutnya, memahami keluhan masyarakat dan terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur agar pelayanan publik, termasuk akses kesehatan, semakin baik.

Meski berlangsung dalam situasi darurat, persalinan tersebut berakhir dengan selamat berkat kesigapan warga yang memberikan pertolongan. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kondisi infrastruktur jalan memiliki peran penting, tidak hanya dalam mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga dalam menjamin keselamatan serta akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.***