Wartasaburai, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan stok daging sapi dan telur ayam masih mencukupi serta harga kedua komoditas tersebut tetap terkendali meski di tengah potensi dampak fenomena El Nino.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mencegah gejolak harga pangan di pasaran.

Menurutnya, sejak adanya pembagian kewenangan pangan pada 1 Januari 2023, urusan produksi berada di bawah Badan Pangan Nasional bersama dinas teknis, sedangkan Disperindag lebih berfokus pada pengawasan distribusi dan perkembangan harga di tingkat pasar.

Dalam menjalankan fungsi tersebut, Disperindag memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan. Melalui sistem ini, petugas di seluruh kabupaten dan kota rutin memperbarui data harga berbagai komoditas setiap hari.

Baca juga:  Buruan Daftar! PT Freeport Indonesia Buka Lowongan sampai 20 April 2025, Ini Kualifikasinya

Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Pasar (SIGAP), harga daging sapi di pasar tradisional Lampung saat ini berkisar antara Rp138 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, sedangkan harga telur ayam berada di angka rata-rata Rp27 ribu per kilogram.

Mengantisipasi dampak El Nino terhadap distribusi pangan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan pasokan barang tetap lancar hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

Selain menjaga kelancaran distribusi, pemerintah terus menggelar program pasar murah di 15 kabupaten/kota sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Disperindag menegaskan hingga awal Agustus 2026 kondisi pasokan pangan di Lampung masih aman dan inflasi daerah tetap terkendali, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.