PESISIR BARAT, WARTASABURAI β Empat kali gempa bumi terdeteksi di perairan Samudra Hindia, sekitar wilayah selatan hingga barat daya Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Gempa dengan magnitudo 2,3 hingga 2,8 tersebut tercatat sejak Minggu (11/10/2026) siang hingga Senin (12/10/2026) dini hari.
Berdasarkan data awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rangkaian gempa itu terjadi pada kedalaman 3 hingga 42 kilometer. Lokasi pusat gempa berada pada jarak sekitar 45 sampai 94 kilometer dari wilayah Pesisir Barat.
Forecaster On Duty BMKG Lampung, Helena, membenarkan adanya aktivitas kegempaan di kawasan tersebut. Menurutnya, gempa terdeteksi pada Minggu malam hingga Senin dini hari di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Pesisir Barat.
βBenar, terkonfirmasi terjadi gempa bumi di wilayah Samudera Hindia barat Pesisir Barat pada kemarin malam dan dini hari,β kata Helena, Senin (12/10/2026).
Catatan BMKG menunjukkan, gempa pertama terjadi pada Minggu pukul 13.24.32 WIB dengan magnitudo 2,7. Episenter berada di koordinat 6,04 derajat Lintang Selatan dan 103,99 derajat Bujur Timur, sekitar 94 kilometer di selatan Pesisir Barat, pada kedalaman 3 kilometer.
Gempa kedua menyusul pada pukul 20.17.51 WIB dengan magnitudo 2,8. Pusat gempa berada sekitar 73 kilometer di selatan Pesisir Barat, dengan kedalaman 7 kilometer.
Pada malam yang sama, tepatnya pukul 21.34.22 WIB, BMKG kembali mencatat gempa bermagnitudo 2,8. Kali ini, pusat gempa berada sekitar 45 kilometer di barat daya Pesisir Barat, pada kedalaman 42 kilometer.
Aktivitas kegempaan berlanjut hingga Senin dini hari. Gempa keempat tercatat pada pukul 02.51.49 WIB dengan magnitudo 2,3. Episenternya berada sekitar 61 kilometer di barat daya Pesisir Barat, dengan kedalaman 39 kilometer.
Secara keseluruhan, empat gempa tersebut tercatat dalam kurun waktu sekitar 13 jam 27 menit. BMKG menegaskan, data yang disampaikan merupakan parameter awal yang masih dapat berubah seiring dengan proses analisis dan pemutakhiran informasi.
Helena mengimbau masyarakat agar mengakses informasi kegempaan melalui kanal resmi BMKG untuk menghindari kesalahpahaman akibat beredarnya informasi yang belum terverifikasi.
βUntuk informasi lebih jelasnya dapat diakses melalui website BMKG Lampung,β ujarnya.
BMKG menjelaskan, informasi awal gempa disampaikan secepat mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi kebencanaan. Namun, hasil analisis lanjutan dapat menyebabkan perubahan pada parameter gempa, termasuk magnitudo, kedalaman, maupun posisi pusat gempa.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas gempa melalui situs resmi BMKG Lampung di https://lampung.bmkg.go.id/info/daftar/gempa/wilayah/.
Warga yang tinggal di kawasan pesisir juga diingatkan untuk tetap memahami prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi. Jika merasakan guncangan kuat atau berlangsung lama, masyarakat perlu segera menjauhi pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi apabila terdapat potensi tsunami, serta mengikuti arahan petugas dan otoritas berwenang.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.