LAMPUNG TENGAH, WARTASABURAI – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, mulai mengganggu kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Lampung Tengah. Sedikitnya lima sekolah di wilayah tersebut dilaporkan menerapkan pembelajaran daring atau belajar dari rumah sebagai langkah antisipasi terhadap risiko paparan asap.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah, Nur Rohman, mengatakan keputusan mengalihkan pembelajaran tatap muka dilakukan berdasarkan kondisi lingkungan di sekitar sekolah. Masing-masing kepala satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk mengambil langkah yang dinilai paling tepat demi melindungi siswa.
“Kami menginformasikan kepada beberapa satuan pendidikan atau sekolah untuk dikondisikan dalam posisi sesuatu yang membahayakan siswa, murid, maupun proses pembelajaran. Kepala satuan pendidikan bisa mengambil tindakan terukur, misalnya proses pembelajarannya dipindah secara daring jika kondisi di satuan pendidikan membahayakan,” ujar Nur Rohman saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, laporan gangguan kabut asap diterima dari sejumlah sekolah di Kecamatan Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya. Sebelum laporan terbaru, sekitar lima hingga enam satuan pendidikan di kedua kecamatan tersebut disebut mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran secara normal.
Meski demikian, Disdikbud Lampung Tengah belum memperoleh data terbaru mengenai jumlah sekolah yang masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh. Pihaknya juga belum memastikan apakah terdapat sekolah lain yang ikut terdampak.
“Sehari ini saya belum meng-update apakah berapa yang sekarang sudah bisa masuk atau justru ada tambahan satuan pendidikan yang melakukan pembelajaran di rumah atau daring,” katanya.
Menurut Nur Rohman, keluhan terkait kabut asap mulai diterima dalam rentang lima hari hingga satu minggu terakhir. Kondisi asap yang cukup tebal di sekitar sejumlah sekolah menjadi salah satu alasan kegiatan belajar mengajar perlu disesuaikan.
“Ada proses pembelajaran yang terkendala karena kabut asap yang agak tebal. Jadi, kebijakan tersebut diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan, dengan menyesuaikan kondisi lingkungan sekolah,” jelasnya.
Keselamatan Siswa Menjadi Prioritas
Disdikbud Lampung Tengah menekankan bahwa pengalihan pembelajaran ke sistem daring bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Guru dan tenaga kependidikan tetap diminta memastikan siswa memperoleh layanan pendidikan sesuai situasi dan kondisi yang memungkinkan.
Nur Rohman mengatakan kepala sekolah perlu mempertimbangkan tingkat gangguan asap sebelum memutuskan apakah pembelajaran tatap muka dapat dilanjutkan atau harus dialihkan sementara ke rumah.
“Termasuk tenaga pendidik. Tapi, tetap prosesnya bagi kita, tenaga pendidik juga harus memposisikan di satuan pendidikan untuk tetap ada pelayanan dalam posisi kesiapan,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus meminimalkan risiko terhadap siswa dan tenaga pendidik yang beraktivitas di lingkungan dengan kualitas udara terganggu.
Disdikbud Tunggu Perkembangan Kondisi Udara
Disdikbud Lampung Tengah akan terus memantau perkembangan kabut asap, terutama di wilayah Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya. Hasil pemantauan akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan secara normal.
Nur Rohman menyebut pihaknya akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada sekolah apabila kondisi membaik dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Betul, terutama pada anak-anak didik maupun proses pembelajarannya,” katanya mengenai pentingnya memperhatikan keselamatan siswa.
“Kami akan memantau. Andai kata dalam sehari-dua hari ini sudah selesai, kami akan menyampaikan juga kepada teman-teman di bawah, di satuan pendidikan,” lanjutnya.
Hingga kini, kondisi kabut asap yang memengaruhi aktivitas sekolah masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Disdikbud mengingatkan pihak sekolah agar terus memantau keadaan lingkungan masing-masing dan segera mengambil tindakan terukur apabila asap kembali mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dengan demikian, pelaksanaan pendidikan di Lampung Tengah diharapkan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan seluruh warga sekolah selama dampak karhutla masih dirasakan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.