Bandar Lampung, Warta Saburai — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Lampung memperketat pengawasan kesehatan terhadap jemaah calon haji menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi selama musim haji 2026 yang diperkirakan mencapai lebih dari 30 derajat Celsius.
Pengetatan dilakukan melalui pemeriksaan istitaah dan kelayakan terbang yang lebih selektif. Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi terhadap kelompok terbang (kloter) awal yang telah tiba lebih dahulu di Arab Saudi. Dari pemantauan tersebut, faktor cuaca tercatat sebagai salah satu tantangan utama yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik jemaah, khususnya kelompok rentan.
Tim kesehatan PPIH Lampung tahun ini memprioritaskan pelayanan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan. Selain itu, edukasi kesehatan juga terus digencarkan, mencakup imbauan menjaga kecukupan cairan tubuh, mengonsumsi oralit secara berkala, serta memanfaatkan perlengkapan kesehatan yang telah disediakan.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Panjang, Nur Purwoko, mengatakan pihaknya telah menyiagakan puluhan tenaga medis guna memastikan kesiapan jemaah.
“Tim kesehatan terdiri dari dokter dan perawat yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari lokasi pemeriksaan akhir hingga fasilitas layanan kesehatan di Asrama Haji,” ujarnya saat melakukan pemantauan di Bandar Lampung, Sabtu malam.
Tenaga medis tersebut merupakan bagian dari kerja sama lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, organisasi profesi, serta rumah sakit daerah. Mereka bertugas memastikan seluruh jemaah berada dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan.
Menurut Nur, pengetatan pemeriksaan kesehatan menjadi krusial mengingat tingginya risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu ekstrem. Karena itu, kemampuan fisik jemaah dalam menghadapi kondisi lingkungan di Arab Saudi menjadi indikator utama dalam proses penilaian.
Selain pemeriksaan umum, pemerintah juga menerapkan ketentuan khusus bagi jemaah dengan kondisi tertentu, termasuk ibu hamil. Mereka tetap dapat berangkat dengan syarat usia kehamilan berada dalam rentang aman, tidak memiliki risiko medis, serta telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan vaksinasi.
Jemaah dengan riwayat penyakit kronis turut menjadi perhatian dalam proses skrining. PPIH memastikan bahwa calon jemaah dengan kondisi kesehatan berat tidak diberangkatkan guna menghindari risiko selama pelaksanaan ibadah.
Hingga kedatangan kloter asal Lampung di Asrama Haji, belum ditemukan jemaah yang membutuhkan penanganan medis intensif. Meski demikian, sistem rujukan tetap disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
“Jika ada jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan, akan langsung dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek sebagai rumah sakit rujukan utama,” kata Nur.
Melalui langkah antisipatif ini, PPIH Lampung berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, sehat, dan lancar, meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci.***

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.