LAMPUNG, WARTASABURAI – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiagakan 350 personel satuan tugas darat. Pasukan gabungan tersebut disiapkan untuk memadamkan kebakaran di sejumlah daerah, termasuk kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan ratusan personel itu berasal dari berbagai unsur, mulai dari Kodam, Batalyon TV, Kodim, BPBD Lampung Timur, hingga Masyarakat Peduli Api.

Menurutnya, pengerahan personel darat menjadi bagian penting dalam mendukung operasi pemadaman, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui udara.

“Personel gabungan ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Kodam, Batalyon TV, Kodim, BPBD Lampung Timur, hingga unsur Masyarakat Peduli Api,” ujar Aswarodi di Bandar Lampung, Senin.

Selain mengandalkan tim darat, Pemprov Lampung juga mengoptimalkan penanganan karhutla melalui operasi udara. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan helikopter untuk pemadaman menggunakan metode water bombing serta pesawat pendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Aswarodi menyebutkan, tim udara telah melaksanakan tiga sorti penerbangan di wilayah udara Lampung. Meski demikian, efektivitas pemadaman dari udara sangat dipengaruhi kondisi alam dan karakteristik lokasi kebakaran.

Baca juga:  PEMKOT BANDARLAMPUNG GELAR PASAR MURAH DI 20 TITIK

Salah satu tantangan ditemukan di kawasan TNWK. Vegetasi pohon yang rapat dan tajuk hutan yang lebat membuat air dari helikopter tidak sepenuhnya mencapai permukaan lahan yang terbakar.

Air yang dijatuhkan dari udara sebagian besar tertahan oleh pepohonan, sehingga hanya berupa percikan kecil yang sampai ke dasar lahan gambut.

“Operasi pemadaman lewat udara ini bukan tanpa halangan karena sangat bergantung pada faktor alamiah,” kata Aswarodi.

Kondisi tersebut membuat keterlibatan personel darat menjadi krusial untuk menjangkau titik api yang tidak efektif dipadamkan melalui udara.

“Oleh sebab itu, kolaborasi erat antara tim water bombing dengan 350 personel satgas darat mutlak diperlukan agar pemadaman api dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Selain di kawasan TNWK, kebakaran juga terpantau di sejumlah wilayah lain, yakni Kabupaten Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.

Sementara itu, kebakaran yang terjadi di dekat jalan tol pada perbatasan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat pada Sabtu pagi karena lokasi kebakaran relatif mudah dijangkau.

Baca juga:  Kemenkes Buka Rekrutmen Lulusan S2 untuk 3 Posisi Strategis, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Aswarodi mengatakan penanganan di titik tersebut melibatkan BPBD Tulang Bawang Barat, BPBD Tulang Bawang, dan BPBD Lampung Tengah. Operasi juga didukung petugas pemadam kebakaran, personel Brimob, serta pihak swasta.

“Titk api yang berada di dekat jalan tol perbatasan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa sisa asap pada Sabtu pagi melalui jalur darat karena areanya mudah dijangkau,” katanya.

Untuk mengantisipasi perkembangan kebakaran, BPBD Lampung bersama instansi terkait akan terus memantau kondisi cuaca dan menyiagakan armada pesawat untuk operasi modifikasi cuaca.

Penyemaian awan akan kembali dilakukan apabila terpantau potensi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Lampung Timur. Langkah ini diharapkan dapat mendukung upaya penanganan karhutla, terutama ketika kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi tersebut.

Aswarodi berharap sinergi antara personel darat, tim pemadaman udara, dan berbagai unsur terkait dapat mempercepat penanganan kebakaran serta menekan risiko meluasnya karhutla di Lampung.