Jakarta Selatan, Warta Saburai — Pelestarian Sungai Ciliwung tidak lagi hanya mengandalkan aksi bersih sungai dan edukasi tatap muka. Di era digital, ketangguhan komunitas lingkungan juga ditentukan oleh kemampuan mengelola informasi, memproduksi konten edukatif, serta membangun tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul Pemberdayaan Komunitas Mat Peci Melalui Kemitraan untuk Penguatan Literasi Media bersama Komunitas Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.
Program ini diketuai oleh Dr. M. Fikri Akbar, S.I.Kom., M.Si., M.M., dosen Ilmu Komunikasi UNJ. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar komunitas lingkungan saat ini bukan hanya kerusakan ekologi, tetapi juga lemahnya pengelolaan informasi di ruang digital.
“Banyak komunitas sudah bekerja keras di lapangan, tetapi minim literasi media dan tata kelola digital. Akibatnya, pesan lingkungan tidak tersampaikan secara luas dan organisasi sulit berkembang secara berkelanjutan,” ujar Dr. Fikri Akbar.
Berdasarkan hasil pemetaan awal, tingkat literasi media anggota Komunitas Mat Peci masih rendah, disertai rendahnya kesadaran keamanan digital serta sistem organisasi yang masih berjalan secara informal. Kondisi ini membuat komunitas rentan terhadap hoaks lingkungan, peretasan akun media sosial, dan hambatan kerja sama dengan mitra eksternal.
Melalui pendekatan Eco‑Digital Management Transformation, tim pengabdian UNJ mengintegrasikan dua fokus utama, yakni penguatan literasi media digital dan reformasi tata kelola organisasi. Dalam aspek sosial kemasyarakatan, anggota komunitas dibekali pelatihan verifikasi informasi (fact‑checking), pengenalan hoaks, serta pengamanan aset digital melalui penerapan Two‑Factor Authentication (2FA) pada seluruh akun resmi komunitas.
Sementara itu, pada aspek manajerial, tim dosen melakukan pendampingan penyusunan struktur organisasi formal, pembagian tugas (job description), Standar Operasional Prosedur (SOP), serta pembukuan keuangan sederhana dan transparan. Program ini menargetkan peningkatan tingkat keberdayaan manajemen komunitas.
Sebagai luaran konkret, kegiatan ini menargetkan lahirnya enam konten edukasi lingkungan terstandar, sebuah landing page resmi komunitas, serta buku saku panduan literasi media yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, tim pengabdian menghadirkan inovasi Pojok Literasi Digital Mat Peci, lengkap dengan perangkat produksi konten sederhana.
Ketua Komunitas Mat Peci, Usman Firdaus, S.Kom., menyambut positif pendampingan dari UNJ. “Kami selama ini fokus di aksi lapangan. Dengan pendampingan ini, kami jadi lebih tertata, aman secara digital, dan mampu menyampaikan edukasi Ciliwung ke publik yang lebih luas,” ungkapnya.
Program ini juga melibatkan mahasiswa UNJ sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan peran sebagai fasilitator teknis, pendamping produksi konten, dan dokumentator kegiatan.
Melalui program pengabdian ini, Universitas Negeri Jakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat komunitas lokal yang adaptif terhadap teknologi, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 5 (Kesetaraan Gender).***

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.