BANDAR LAMPUNG, WARTA SABURAI – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bandar Lampung sejak Rabu hingga Kamis memicu puluhan kejadian bencana di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 25 insiden terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.

Dari jumlah itu, mayoritas merupakan peristiwa pohon tumbang yang mencapai 23 kejadian. Selain itu, satu pohon dilaporkan patah dan satu rumah warga mengalami kerusakan berat pada bagian atap setelah diterjang angin kencang.

Peristiwa ini tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Teluk Betung Utara, Bumi Waras, Enggal, Kemiling, dan Kedamaian. Pohon tumbang tidak hanya menghambat akses jalan, tetapi juga menimpa bangunan warga serta fasilitas umum.

BPBD mencatat sedikitnya enam rumah mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari atap hingga bagian dapur. Dua fasilitas umum, yakni sebuah sekolah dan pondok pesantren, turut terdampak dalam kejadian tersebut.

Dalam insiden ini, seorang warga bernama Maruyah mengalami luka sedang setelah tertimpa dampak dari pohon tumbang. Korban telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, menyatakan pihaknya telah mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pembersihan material yang mengganggu aktivitas warga.

“Kami langsung menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dan melakukan evakuasi di titik-titik terdampak,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Warga diminta menghindari area rawan seperti di bawah pohon besar guna mengurangi risiko kecelakaan.

Hingga kini, proses penanganan masih terus berlangsung. BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pembersihan dan pemulihan di sejumlah lokasi, seiring potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.