Bandar Lampung,Warta Saburai– Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai memperkuat strategi pelayanan kesehatan berbasis lapangan, dengan menyiapkan kendaraan operasional khusus bagi para kepala puskesmas.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kecepatan koordinasi dan respons terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, terutama penanganan penyakit menular dan program kesehatan prioritas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A Temenggung, menjelaskan selama ini kepala puskesmas masih menggunakan ambulans maupun kendaraan puskesmas keliling (pusling) untuk aktivitas operasional. Kondisi itu dinilai mengganggu optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan kendaraan operasional tersendiri agar ambulans dan pusling dapat difokuskan sepenuhnya untuk kebutuhan pelayanan medis warga.

“Dengan kendaraan operasional ini, pelayanan ambulans dan pusling bisa tetap fokus digunakan untuk pelayanan masyarakat,” ujar Muhtadi.

Menurut Muhtadi, peningkatan mobilitas kepala puskesmas menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan sejumlah persoalan kesehatan, seperti tuberkulosis (TBC), HIV, hingga stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pengadaan kendaraan dilakukan melalui sistem sewa selama satu tahun dengan total anggaran sebesar Rp2,7 miliar. Dalam skema tersebut, biaya perawatan kendaraan ditanggung oleh pihak penyedia jasa, sedangkan pemerintah daerah hanya menanggung kebutuhan bahan bakar.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, meminta seluruh jajaran puskesmas, pustu, dan puskeskel lebih aktif turun langsung ke masyarakat guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berpusat di fasilitas kesehatan, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kami ingin pelayanan kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat dan penanganan masalah kesehatan bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Eva Dwiana.

Selain meningkatkan layanan kesehatan dasar, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menargetkan daerah tersebut menjadi salah satu percontohan nasional dalam penanganan TBC dan stunting.

Khusus program eliminasi TBC, pemerintah menargetkan penurunan kasus secara signifikan pada tahun 2030 melalui penguatan deteksi dini, pengobatan, serta pendampingan kepada masyarakat.***