Jakarta Selatan, Warta Saburai – Di tengah derasnya arus urbanisasi dan menurunnya kualitas sungai di Jakarta, sekelompok dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (IKOM UNJ) memilih cara berbeda untuk menanamkan kepedulian lingkungan. Mereka mengajak anak-anak turun langsung ke bantaran sungai, belajar mencintai alam tanpa membedakan laki-laki maupun perempuan.

Sebanyak 18 anak usia 5 hingga 10 tahun mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Literasi Ekologis Berbasis Kesetaraan Gender” di kawasan Mat Peci, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).

Alih-alih belajar di ruang kelas, anak-anak diajak mengenal sungai melalui pendekatan yang menyenangkan. Mulai dari mendengarkan dongeng tentang ekosistem sungai, memilah sampah organik dan non-organik, menanam pohon, hingga melepas bibit ikan langsung ke aliran sungai.

Suasana riang tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak terlihat aktif bertanya dan berebut menjawab pertanyaan dari fasilitator. Mereka juga antusias ketika diajak mengenali dampak sampah terhadap kehidupan sungai.

Ketua Tim PKM IKOM UNJ, Mega Ayu Permatasari, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai kesetaraan sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak ini tumbuh dengan pemahaman bahwa menjaga sungai bukan hanya tugas laki-laki atau perempuan saja. Ini tanggung jawab semua orang, dan kami mulai menanamkannya sejak usia dini,” ujar Mega.

Menurutnya, pendekatan literasi ekologis berbasis kesetaraan gender menjadi penting karena isu lingkungan sering kali dipandang sebagai tanggung jawab kelompok tertentu saja. Padahal, pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat gender.

Momen paling menarik terjadi saat peserta melakukan penanaman bibit pohon di sekitar bantaran sungai. Setelah itu, anak-anak bersama fasilitator melepas bibit ikan ke sungai sebagai simbol harapan agar ekosistem perairan tetap terjaga.

Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa IKOM UNJ, Muhammad Raflino dan Tazkia Hanan, bersama dosen Nada Arina Romli, M.I.Kom., dan Noprita Herari, M.I.Kom.

Anggota Tim PKM IKOM UNJ, Nada Arina Romli, berharap kegiatan sederhana itu dapat menjadi awal lahirnya generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Harapan kami, kegiatan hari ini bisa menjadi benih kesadaran yang terus tumbuh. Generasi ekologis yang kami impikan adalah generasi yang peduli lingkungan tanpa sekat gender — anak-anak yang kelak menjadi penjaga alam di komunitas mereka,” katanya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh interaksi. Sejumlah orang tua yang turut mendampingi anak-anak juga tampak antusias mengikuti proses edukasi tersebut.

Tim PKM IKOM UNJ berharap program serupa dapat diperluas ke lebih banyak kawasan bantaran sungai di Jakarta. Dengan begitu, kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini dan menjadi budaya bersama di tengah masyarakat perkotaan.***