Bandar Lampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada 5 hingga 8 Juni 2026.

Masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal, dan pengguna jasa transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang di sejumlah wilayah perairan Lampung.

Secara umum, kondisi perairan di Teluk Lampung, Selat Sunda, dan perairan timur Lampung masih tergolong aman untuk aktivitas pelayaran. Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di perairan barat Lampung hingga wilayah Samudra Hindia yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada aktivitas nelayan, kapal penumpang, kapal tongkang, maupun perahu wisata yang beroperasi di wilayah perairan Lampung.

Selat Sunda Bagian Selatan

Wilayah Selat Sunda bagian selatan diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal dengan kecepatan angin berkisar 8–15 knot dari arah timur hingga tenggara. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1 hingga 2 meter.

Kondisi tersebut masih memungkinkan aktivitas penyeberangan Merak–Bakauheni berlangsung normal. Meski demikian, operator kapal dan nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil diminta tetap waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin, terutama pada sore hingga malam hari.

Teluk Lampung

Perairan Teluk Lampung diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal dengan kecepatan angin berkisar 5–8 knot. Tinggi gelombang berada pada kisaran 1,2 hingga 1,3 meter.

BMKG menilai kondisi perairan di wilayah ini masih relatif kondusif untuk mendukung aktivitas nelayan, wisata bahari, maupun transportasi laut lokal.

Perairan Timur Lampung

Di wilayah perairan timur Lampung, cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan dengan arah angin dominan dari timur hingga tenggara. Tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.

Kondisi tersebut menjadikan perairan timur Lampung sebagai salah satu wilayah dengan tingkat keamanan pelayaran yang relatif baik selama periode peringatan dini berlangsung.

Perairan Barat Lampung

BMKG memberikan perhatian khusus terhadap kondisi perairan barat Lampung. Wilayah ini diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal dengan kecepatan angin 9–10 knot dari arah tenggara hingga timur.

Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,8 hingga 2,6 meter, sehingga masuk dalam kategori waspada. Nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil disarankan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sore hingga malam hari saat tinggi gelombang berpotensi meningkat.

Samudra Hindia Barat Lampung

Wilayah Samudra Hindia di barat Lampung diperkirakan mengalami gelombang dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini tergolong berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran.

BMKG mengimbau kapal nelayan, perahu wisata, maupun kapal tongkang untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi laut sebelum melakukan pelayaran.

Wilayah ini diprediksi menjadi kawasan dengan tingkat risiko tertinggi selama periode peringatan dini berlangsung.

Masyarakat Diminta Waspada

BMKG Maritim Lampung mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku usaha sektor kelautan agar terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan secara resmi sebelum beraktivitas di laut.

Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan tinggi gelombang dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan laut serta menjaga keselamatan pelayaran.

Dengan meningkatnya potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan, terutama di perairan barat Lampung dan Samudra Hindia, seluruh pengguna jasa transportasi laut diharapkan mengutamakan aspek keselamatan serta mematuhi setiap peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG.***